Jumat, 11 November 2011


Pengantar :
Seperti seekor lebah pada waktu mencari madu, tanpa disadari ketika ia sampai di bunga, dan kemudian bunga tadi diambil madunya, lebah tadi menyebarkan serbuk sari dari bunga-bunga tadi, yang membuat bunga-bunga tadi menjadi buah. Tentu saja buah-buah yang jauh lebih bermanfaat.
Demikian juga orang kaya yang mencerahkan, tujuan utamanya persis  seperti lebah yaitu mencari sari madunya. Efek sampingnya ternyata ia membuat kebun buah yang begitu indah.
Orang kaya juga mau mencari kekayaan, tujuannya adalah mencari uang. Dalam waktu mencari uang , ternyata ia mencerahkan dan membuat dunia ini menjadi lebih baik, membuat orang lain menjadi bersemangat, membuat orang lain menjadi lebih kaya, membuat orang lain memiliki hidup yang lebih indah, lebih sehat dan lebih bahagia.

Orang Kaya Yang Mencerahkan Selalu Membuat Nilai Tambah
Apa maksudnya nilai tambah ? Maksudnya begini :
Ketika anda hidup, hidup adalah nilai tambah, ketika semua orang hidup, hidup adalah nilai standard.Demikian juga ketika kita jujur, jujur adalah nilai tambah. Tetapi ketika semua orang jujur, jujur adalah nilai standard. Dalam hidup kita harus mempunyai nilai tambah dibanding orang lain. Kita harus membuat nilai tambah dari sesuatu hal yang tidak ada menjadi ada.Apapun di dalam hidup ini , kita harus membuat nilai tambah. Dan ketika ada nilai tambah, kita akan menjadi kaya. Seperti definisi uang itu sendiri, uang adalah alat tukar nilai tambah. Ketika kita mau mendapatkan uang yang banyak, kita harus selalu tanya : " Apa Nilai Tambah Kita ?". Ketika kita berhasil membuat nilai tambah yang lebih banyak dari orang lain, maka uang akan mengejar kita.

Peluang Ada Di Mana-Mana
Apa pun yang kita lihat sebetulnya sudah menghasilkan uang bagi seseorang atau pun bisa menghasilkan bagi orang lain atau pun bagi kita sendiri.Contohnya, apa yang kita lihat sekarang ? Misalkan kita lihat ada wallpaper, sudah dapat dipastikan ada orang yang mendapatkan uang dari wallpaper ini. Kemudian kita iklan rambut, nah dari rambut ini pasti ada orang yang menghasilkan uang dari shamponya, salonnya serta iklannya. Nah kita harus selalu sadar bahwa apapun yang kita lihat bisa mendatangkan uang. Inilah yang dinamakan "peluang ada di mana-mana".
Banyak sekali orang-orang sampai berpikir keras mencari inspirasi untuk menemukan peluang, dan mereka berkata " saya tidak menemukan peluang !!!" Sangat miris bukan ? Karena sesungguhnya peluang itu ada di mana-mana. Mari buka pikiran kita, pikirkanlah bahwa apapun yang kita lihat sesungguhnya adalah peluang yang dapat mendatangkan uang.

Ketika Kita Memberi, Kita Pasti Menerima
Keliahatannya memang sederhana tetapi kontraversial. Kita memberikenapa menerima? Jika kita paham akan keadaan ini maka kita bisa mendapatkan kekayaan yan sangat cepat,bahwa semakin banyak kita memberi nilai tambah, maka kita akan menerima uang semakin banyak. Sebagai contoh yaitu ketika anda sebagai seorang penulis yang akan meluncurkan sebuah buku yang anda lengkapi dengan CD Audio secara gratis atau pun anda mampu menambahkan sesuatu yang lebih yang mungkin jarang ditemui di Indonesia ini. Anda tidak akan heran ketika buku anda akan menjadi salah satu Best Seller karena anda sudah memberi nilai tambah yang luar biasa. Seperti perumpamaan seekor lebah yang mencerahkan. Dari penulisan sebuah buku kita juga akan mencerahkan orang banyak, salah satunya yaitu penerbit yang bagus, toko-toko buku yang bagus dan mass media yang akan mengumumkan nilai tambah yang anda miliki. Jika sudah semakin banyak orang tahu tentang nilai tambah yang anda miliki maka di saat itulah uang akan mengejar anda.

Anda Adalah Kekayaan Anda
Anda adalah kekayaan anda, jika anda kita tidak percaya mari kita test bersama-sama. Anda mungkin sedikit kaget ketika saya mengatakan bahwa : Coba andaberi harga berapa harga tangan kanan anda? Mata sebelah kanan anda? Berapa pun itu anda harus mengatakan. Ginjal anda atau bahkan jantung anda? Berapa harga yang anda pasang? Triliuner? Puluhan Triliun? Sesungguhnya semua itu tidak ternilai harganya, bahkan ketika ada yang mau membayar puluhan triliun maka kita masih ragu. Sekarang anda bisa percaya bukan? Bahwa kita adalah kekayaan kita.  Terlebih lagi ada orang yang mau membeli kepala kita, kepala yang merupakan sumber pikiran dan sumber ide. Jika uang adalah ide maka kreatifitas kita sangat luar biasa, kesehatan kita, energi kitapikiran dan tindakan positif kita, cara bergaul kita dan bahkan senyum manis yang kita miliki sesungguhnya adalah aset dan kekayaan kita. Sekarang tinggal bagaimana kita mengembangkan dan menarik kekayaan yang kita milliki dengan meninggalkan pikiran dan tindakan negatif seperti kebencian, kedengkian serta keiri hatian yang bisa dengan mudahnya mengurangi kekayaan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar